b374k
v2.1
BANDITOZ
today : | at : | safemode : ON
/beranda /about us /facebook /blog brotherhood /

name author perms com modified label

Basic Commands in Linux Banditoz rwxr-xr-x 0 06.13

Filename Basic Commands in Linux
Permission rw-r--r--
Author Banditoz
Date and Time 06.13
Label
Action
BackTrack is an operating system based on the Ubuntu GNU/Linux distribution aimed at digital forensics and penetration testing use..,below are some basic commands in linux.,

    see basic command usage–> #man
    example : #man ls #man mv #man scp #man rm

    displays the contents of files per screen% –> #more
    example: #more catatan.sh

    displays the contents of the file at the top –> #head
     example : #head catatan.sh

   displays the contents of the file under–> #tail
     example : #tail catatan.sh

   create a new directory–> #mkdir
    example : #mkdir laporan

    create a directory at once and its derivatives
    example : #mkdir -p laporan/juli/2007

   delete directory–> #rmdir
    example : #rmdir laporan

    delete the directory as well as its derivatives
    example : #rm -rf laporan

   move files –> #mv
    example : #mv catatan.sh /home/denot

    replace / rename the file –> #mv
    example : #mv catatan.sh tulisan.sh

   copy / copy the files–> #cp
   example : #cp catatan.sh /home/denot

    copy / copy the folder –> #cp -rf
    example : #cp -rf laporan /home/denot

    copy / copy files dijaringan–> #scp
    example : #scp boneka.jpg 192.168.0.20:/home/nisa

    copy / copy files dijaringan –> #scp -r
    example: #scp -r laporan 192.168.0.20:/home/nisa

    see how much memory is used–> #du
    example: #du -h gambar.jpg

   change the active directory–> #cd
    absolute path [nama direktori]
    example : #cd laporan
    
    relative path ../../../
    example: #cd laporan/juli/2007

    create a new file (blank file) –> #touch
    example : #touch coba1
    for once #touch coba1 coba2 coba3

    write into the file –> #echo
    example : #echo “nama saya” >> /dataku/catatan.sh

    displays the contents of the file –> #cat
    example : #cat /home/deni/catatan.sh

    edit (editor) –> #vi
    example : #vi catatan.sh

   see the complete partition on the pc–> #fdisk -l
    example : #fdisk -l

    browse the hard drive that still empty –> #df -k
    example : #df -k /dev/hda1

    Scandisk Harddisk –> #fsck
    example : #fsck /dev/hda2

   see the total memory used –> #free
    example : #free

    see the directory in which we work –> #pwd
    example : #pwd

    compress file –> #gzip
    example : #gzip -c test.txt > test.gz

    extract file compress –> #gunzip
    example : #gunzip test.gz

    compress file –> #tar -czf #tar -czf
    example : #tar -czf denot.tar.gz denot
    ( bz2 ): #tar -czf denot.tar.bz2 denot

    Extract file kompres –> #tar -xzvf #tar -xjvf
    example : #tar -xzvf denot.tar.gz
    ( bz2 ): #tar -xjvf denot.tar.bz2

    read file format pdf –> #xpdf
    example : #xpdf brosur.pdf

    remote pc another in network–> #ssh
    example : #ssh root@192.168.0.20

   see the ip address that is used–> #ifconfig
    example : #ifconfig eth0

    install file rpm –> #rpm -ivh
    example : #rpm -ivh ifolder3-server.i586.rpm

    upgrade file rpm –> #rpm -Uvh
    example : #rpm -Uvh ifolder3-server.i586.rpm

   delete file rpm –> #rpm -e
    example: #rpm -e ifolder3-server.i586.rpm

    melihat file rpm yang sudah terinstall –> #rpm -qa
    example : #rpm -qa |grep xmms

    mounting new media –> #mount
    example: #mount /dev/sda /mnt/flashdisk

   view running processes –> #ps
    example : #ps axf

    download file–> #wget
    example : #wget -t0 -cb [nama file download] -O var/temp

   displays routing table –> #route
    example : #route -n

   create link file (shortcut) –> #ln
    example : #ln -s linux-2.6.17.12 linux

    change of ownership –> #chmod
    example: #chmod 777 /data/share

    add user –> #useradd
    example : #useradd denok

    add password –> #passwd
    example : #passwd denok

    lock password –> #passwd -l
    example : #passwd -l denok

    unlock password –> #passwd -u
    example : #passwd -u denok

   bypass password –> #passwd -d
    example : #passwd -d denok

   delete user –> #userdel
    example : #userdel denok

    add group –> #groupadd
    example : #groupadd suse

    delete group –> #groupdel
    example : #groupdel suse
                                                                                                                              regard

                                                                                                                             Banditoz

The Genuine Daredevils Hacker Banditoz rwxr-xr-x 0 12.23

Filename The Genuine Daredevils Hacker
Permission rw-r--r--
Author Banditoz
Date and Time 12.23
Label
Action
The Genuine Daredevils Hacker
Oleh: Nofia Fitri
“If you know yourself but not the enemy, for every victory gained, you will suffer defeat. If you
know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles.”
(Sun Tzu, the 'Art of War')

Sudahkah kita mengenal dalam apa makna ‘hacker’ sesungguhnya? Sosok yang dapat mengakses sistem komputer orang lain? Sosok yang memahami bahasa pemproggraman? Sosok yang tahu bagaimana menginstal backdoor pada target dan mampu melakukan defacement? Apakah hacker sebatas attacker, defender, exploiter, defacer, developer, inventor? Apakah hacker adalah soal hitam, putih, atau yang melebur diantara keduanya? Tulisan ini mengajak kita mengeskplorasi betapa luas makna hacker sesungguhnya. Sebelum jauh mengeksplorasi bagaimana para scholars dunia mendeskripsikan hacker, kutipan pembuka berikut adalah deskripsi hacker dalam pengertian penulis:

“Hacker is a human-technology with a passion of love, an ingenious codeman who programs
the world’s destiny with the responsibility of hacking ethics. He believes on the freedom and
opposes the authoritarian with the unlimited exploration of a system, for the perpetual of
computer innovation.”
(Nofia Fitri, forthcoming article “The Freedom Philosophy of Hacking Computer”, 2011)

Re-definisi Hacker

“Whatever code we hack, we create the possibility of new things entering the world”
-Mckenzie Wark-

Wark dalam manifesto of hackers versinya sebagaimana kutipan diatas mengemukakan bahwa bahwa hacker adalah si inovator, penemu hal-hal baru di dunia. Jauh sebelum ia, the Mentor mendeskripsikan eksistensi hacker sebagai si pemilik kebebasan dan kecerdasan yang tidak terhentikan, dalam karya yang sudah menjadi kitab suci para hacker di dunia, the Concience of Hackers:
“Tapi bagi kalian kami penjahat. Kami adalah penjahat, sedangkan kalianlah yang membuat
bom nuklir, mengobarkan peperangan, membunuh, berbuat curang, berbohong, dan berusaha
membuat kami percaya bahwa itu semua demi kebaikan kami. Ya aku adalah penjahat.
Kejahatanku adalah keingintahuanku. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian,
sebuah dosa yang tidak akan bisa kalian ampuni… Kau bisa menghentikan satu, tapi kau tak
akan bisa menghentikan semuanya....”

Bagaimana hacker sesungguhnya dapat dipahami dengan mengeskplorasi trackrecords dari aksi-aksi mereka?

The most wanted hacker Kevin Mitnick yang melegenda memang memiliki track panjang terkait hacking dan kriminalitas, sebagaimana dalam pengantar bukunya Art Of Deception ia tidak dapat menutup sebuah kenyataan bahwa terdapat hacker perusak, cracker.

“Some hackers destroy people’s files or entire hard drives; they’re called crackers or vandals.
Some novice hackers don’t bother learning the technology, but simply download hacker tools
to break into computer systems; they’re called script kiddies.”

Tapi definisi cracker tersebut tidaklah layak meleket semata dalam memandang apa itu hacker sesungguhnya. Eric Stephen Raymond yang giat menyebarkan ilmu hacking melalui ‘How to Become a Hacker’ jauh lebih memiliki detail dalam penyampaiannya:

“There is another group of people who loudly call themselves hackers, but aren’t. These are
people (mainly adolescent males) who get a kick out of breaking into computers and
phreaking the phone system. Real hackers call these people ‘crackers’ and want nothing to do
with them. Real hackers mostly think crackers are lazy, irresponsible, and not very bright, and
object that being able to break security doesn’t make you a hacker any more than being able to
hotwire cars makes you an automotive engineer. Unfortunately, many journalists and writers
have been fooled into using the word ‘hacker’ to describe crackers; this irritates real hackers
no end.”

Istilah-Istilah Hacker

Hacking computer bukanlah aktivitas sebatas mengebiri ribuan kode dalam bahasa pemproggraman, hacking computer juga bernuansa seni dan filosofi yang jangkauannya luas bersentuhan dengan ilmuilmu sosial. Cakupan yang luas tersebut yang coba untuk dieksplorasi melalui tulisan ini.
Ada beberapa statements terkait hacker yang kiranya belum begitu umum di kalangan publik:
1. Hackers are the daredevils of the network world (Naomi Klein)
2. Hackers are the heroes of computer revolution (Steven Levy)
3. Hackers are the computer virtuosos (Paul Miller)
4. Hackers are persons who build things while crackers brake them (Eric Steven Raymond)
5. Hackers are exploring the limits what is possible, in a spirit of playful cleverness (Richard M. Stallman)

Penulis-penulis diatas adalah penulis ternama terkait dunia hacking computer. Yang disebut pertama memang bukan seorang hacker, tapi seorang jurnalis-akademis. Klein tertarik dengan kajian-kajian politik, media dan technology, beberapa kali menerbitkan artikel terkait hacktivism. Istilah kedua ditulis Levy, hacker-jurnalis yang bukunya sudah jadi kitab suci banyak hackers dunia Hackers-Heroes of the Computer Revolution.

Sementara penulis yang ketiga menggunakan istilah keren, ‘virtuosos’ yang biasanya dipake untuk menyebut pemain alat musik yang ahli. Dalam hal ini, istilah tersebut menjadi jadi ‘pemain komputer’. Sementara Miller adalah salah satu aktivis open source yang juga mengatakan: ”Hack is a net programming trick today and it was a hacker that created the technology and computer programs that make up the internet we all take for granted.” Dengan demikian “the things (computer and internet) that we have been taking for granted are the contributions of hackers.” Yang keempat dan terakhir, tidak perlu dibahas siapa mereka, hacker guru dan the true hacker.
Ada juga istilah “hacker is a magician” alias tukang sihir, kata Rick Cook, hacker-jurnalis yang nulis novel ‘Compiled Wizard’. Ia percaya sebagaimana Kevin Mitnick bahwa hacker dapat merubah sesuatu seolah melakukannya dengan cara-cara magic. Cook juga yang menalikan antara hacking computer dengan realita politik sebagaimana statement terkenalnya:
“It is never the technical stuff that gets you in trouble. It is the personalities and the politics.”

Konsepsi Hacker dan Social Sciences
“The Net and the personal computer would not exist without the works of hackers.”

-Pekka Himanen-
Ada juga konsepsi hacker yang ditulis sosiolog ternama Pekka Himanen. Ia mengangkat istilah ‘Protestan Ethic’ kaitannya dengan idealisme dan etika hacker. Kalau kalian belajar ilmu sosial pasti akrab dengan istilah Protestan Ethic nya Thomas Aquinas salah satu tokoh filsafat Renaissance. Etika Protestan ini yang juga membuat kaum Christian mengkritisi aliran Katholik Ortodoks. ─░ntinya Protestan Ethic inilah yang menyebabkan penganut agama menjadi rajin dan bekerja keras (karena kalau tidak bekerja keras ber-DOSA). Pemahaman ini tidak jauh berbeda dengan holy book Qur’an yang menekankan “Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kalau bukan karena kaum itu sendiri.”

Sosiolog keren ini membuat list 7 (tujuh) values of hackers ethic yang basicnya dari Protestan Ethic tersebut: passion, freedom, social worth, openness, activity, caring, dan creativity (2001). Dengan demikian ia sesungguhnya bermaksud menginterpretasikan hacker sebagai ‘mahluk pekerja keras yang taat kepada Tuhan.’ Kemudian Himanen juga menambahkan deskripsi lain terkait forum-forum yang memfasilitasi bertemunya para hacker. Menurutnya forum-forum hacker memiliki nilai-nilai yang sudah menjadi karakter forum-forum mereka dan dari hacker itu sendiri: commitment, respect, co-operation and learning, fairness, honesty, compassion, fun dan integrity. Kalau yang satu ini statement Bertrand Gauguet, sejarahwan Perancis yang concern terhadap isu-isu Hacktivism dan Art:

”A hacker is not only an individual with a perfect command of computer languages, he or
she is also an ethically conscious individual (as opposed to the cracker) who adheres to the
logic of shared culture (the Open Source) and of going beyond the arbitrary constraints
imposed by authoritarian orders.”

Dari ungkapan Gauguet diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hacker sejati memiliki kesadaran individu yang terbangun seiring peningkatan skill terkait aksi-aksi hacking computernya yang beretika. 

Interpretasi Hacker
Hacker adalah Pahlawan Berikut adalah istilah hacker pahlawan terfavorit versi penulis, “Codeman” dalam refleksi hacker ‘Dialog Anak tentang Pahlawan Mereka’:

“Pahlawanku memang tidak bersayap seperti Superman, namun ketika ia berada diketinggian, ia
bersayap pengetahuan yang dapat membawanya terbang bebas menjelajahi dunia cyber demi
menemukan musuh-musuh umat manusia, terus-menerus menginovasi dan menciptakan revolusi
dalam kehidupan. Jari-jarinya pun tak mungkin mengeluarkan jaring-jaring mematikan seperti
Spiderman, namun ketika mereka berada diketinggian, jari-jari tersebut sangat terampil, bergerak
dengan lincah memberikan perintah kepada benda supermaya demi memberikan kedamaian dimuka
bumi dan membentuk masa depan dunia. Mereka berada diketinggian ketika mereka sudah mampu
mengendalikan ego, memahami etika dan memiliki sense of humanity yang tinggi.”
 
(Nofia Fitri).
Hacker adalah Pe’CINTA’
 
Hacker adalah pemilik cinta sesungguhnya.

“With an intense love of computers, a hacker is a person who, because he or she has this love, also
has a deep curiosity about the subject in question. Hacker means he respects the ability of computers
to put him in contact with a universe of information and other people, and it means he respects those
other people and does not intentionally use this knowledge of computers to be mischievous or
destructive.”
(The Secret of a Super Hacker, 1994)

Hacker adalah Pelukis
“What hackers and painters have in common is that they're both makers. Along with composers,
architects, and writers, what hackers and painters are trying to do is make good things. They're not
doing research per se, though if in the course of trying to make good things they discover some new
technique, so much the better. “
(Paul Graham, Hacker and Painters, 2003)

Hacker adalah Aktivis ‘Pemberani’
“Imagine if computer hackers, the daredevils of the networked world, suddenly became principled
political activists.. if they had a mission besides breaking and entering; if they had more to prove
than that they are smarter than whoever designed your computer system, if their targets were
selected as part of well organized, thoroughly researched, international human rights campaigns.”
(Naomi Klein, The Daredevils Hacker)
Hacker adalah Penyihir (Hacker Learns from Words)
“Breaks the Codes and Gains the Access”….
Dalam novel populer Wizardry Compiled tentang Hacker’s Wisdom (Kebijaksanaan Hacker) yang
ditulis Rick Cook sang hacker-jurnalis dimana ia percaya bahwa hacking adalah ilmu sihir "magic is
real, unless declared integer."
Hacker dan Media
Bukanlah suatu rahasia bahwa media hari ini telah salah dalam mendefinisikan sosok hacker.

“The term of hacker has been co-opted through media hype and marketing campaigns to mean
something evil. It was a convenient term already in use, and so instead of simply saying someone
was a criminal hacker, the media just called him a hacker. You would not describe a criminal auto
mechanic as simply a mechanic, and you shouldn’t do the same with a hacker, either.”
(Jeff Moss, ‘Stealing the Network: How to Own a Continent’).

Hacker dan Open Source
Berikut adalah statement hacker-hacker pendukung opensource dalam ‘Codes’ (fortcoming)

“Kemerdekaan adalah hak semua hacker. Penjajahan terhadap produk-produk intelektual harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengan prinsip berkarya, kebebasan berekspresi, ketergantungan
sosial yang alami. Bahwa satu sama lain saling membutuhkan, penguasaan modal hanya akan
membatasi kerja manusia dan mengebiri hati nurani dalam peduli terhadap sesama. Saatnya
memerdekakan karya-karya kami.”
(The Hidden Act Community/HAC)
Hacker dan Kaum Muda
“Kemampuan dan kecerdasanku adalah ‘tak ternilai’ tak terukur kapasitasnya. Seberapa jauh pun
kau mencoba mengeksplorasi kemampuan dan kecerdasanku terus menjangkiti dimensi-dimensi
maya dan menginfeksi dengan munculnya kode-kode baru yang akan merubah dunia. Aku adalah
anak muda tanpa lintas generasi, dan kami adalah hacker muda yang siap merubah dunia. Semenjak
manifesto hacker THE MENTOR di munculkan kami selalu percaya bahwa kami dianugrahi
kecerdasan dan kemampuan untuk merubah dunia.”
(Saatnya Hacker Muda Merubah Dunia, Karena di Dada Kita Ada Garuda)

Hacking Penutup
“Faith Manage: Artinya adalah, tidak ada sesuatu apapun yang kita lakukan terbuang dan
bahwa alam semesta yang kita tempati ini adalah sistem tertutup yang tunduk pada hukum
fisika bahwa energi adalah kekal dan semua yang kita lakukan akan tersebar dan terdaur
ulang pada tempatnya.” (Adrian Lamo)

Setelah mengeksplorasi tulisan ini, pahamilah bahwa hacker itu bukanlah sebatas sosok yang bisa mengakses sistem komputer orang lain. Hacker sejati (an ethical hacker) selain high-skill dan experienced memiliki idealisme dan kebijaksanaan, berkarakter dan beretika. Tapi jangan juga menjadi agak sungkan dengan klaim hacker, kita pasti ‘layak’ kalau sudah melewati fase-fasenya. Sebaliknya banyak yang menyebut dirinya hacker, cenderung sombong, padahal hanya intruder ‘tukang download shell’ yang baru mengerti pasang backdoor lalu ngetest defacement. Database burglaries dan di distribusi ke dunia maya, yang seperti ini sesungguhnya masih mentok di hijacker atau sweeper, melangkahlah untuk menjadi ‘Hacker’ sesungguhnya.
Yang pasti konsepsi hacker dan dunia hacking computer jauh lebih luas dan dalam dari apa yang menjadi publikasi media dan dipahami masyarakat awam selama ini. Terbukti selain hacker itu sendiri, para filsuf, akademisi, jurnalis, politisi, antropolog, sosiolog, sejahrawan, seniman, etc punya persepsi yang variant soal hacker dan dunia hacking computer.
Mereka-mereka yang sudah berkontribusi dengan menginovasi computer stuffs, “honestly, you are a
genuine daredevils hacker!”
So remember!!!! “hacker solves the problem, not makes it worse!!!!”

--------()--------

All About Punk!! Banditoz rwxr-xr-x 0 01.46

Filename All About Punk!!
Permission rw-r--r--
Author Banditoz
Date and Time 01.46
Label
Action

Punk adalah sebuah budaya baru yang muncul di era kapitalis, punk pertama kali muncul di Inggris, dimana Inggris adalah negara yang merupakan ibunya kapitalis selain Amerika. Kemunculan punk di Inggris dimulai pada tahun 1970 an dengan munculnya genre musik baru yang dipelopori oleh sex pistol. Dengan lagunya yang sangat fenomenal, God Save The Queen. Lagu inilah merupakan tonggak awal dari kemunculan punk didunia.

Punk di dalam komunitas bahkan di masyarakat ini bukanlah aliran khusus dari musik Punk itu sendiri. Punk adalah komunitas penikmat musik Punk yang juga mengadaptasi fashionnya. Para Punk (punkers) memiliki cara berfikir yang kritis, anti kemapanan, berpenampilan seadanya.

Itulah sebenarnya kelompok anak Punk. Namun belakangan banyak gerombolan beratribut Punk yang berkeliaran dijalanan dan mengaku dirinya Punker. Hmm.. bingung kan? Coba baca dulu yang dibawah ini.

Para Punker memiliki kebanggaan dan ciri khas penampilan. Mereka tetap bertahan walau orang-orang sekitar selalu berpandangan negatif. Itu adalah suatu bentuk perlawanan terhadap pikiran-pikiran yang sudah dimapankan yang menganggap negatif karena melihat penampilan orang lain berbeda, menyimpang dan diluar kelaziman.

Namun yang terpenting adalah nilai-nilai punk dalam prakteknya yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bisa survive, menjalin kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan tetap mengunggulkan rasa dan kebebasan.

Kehidupan dijalanan penuh dengan tantangan. Apalagi untuk anak-anak Punk yang kebanyakan masih berusia sekolah. Dimana anak-anak lain pulang sekolah, bermain dan mengikuti berbagai kursus, para punker hidup dijalanan mencari uang untuk membantu orang tua. Terkadang dikejar dan digaruk trantib, digertak dan diperas oleh preman-preman, tetapi dalam posisi bertahan hidup di jalan, mereka mandiri, gembira dan punya rasa humor. Itulah yang sebenarnya dibutuhkan dalam kehidupan sosial, namun kebanyakan orang tidak peduli dan justru men-judge ‘saya benar dan mereka salah’,

Disisi lain, kondisi para Punk Street memang memprihatinkan. Jalanan hanya dijadikan tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. Mereka mencari uang dengan mengamen, tapi hasil jerih payahnya digunakan untuk membeli obat-obatan (drugs) dan minuman beralkohol. Mereka masih berusia belasan tahun, tiba-tiba memutuskan berhenti sekolah dan lari dari rumah. Mereka menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro (tablet obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk). Banyak dari mereka adalah perempuan berusia dini dan menjadi korban pelecehan seksual.

Bagi mereka, Punk hanya sebatas tempat pelarian dari tekanan hidup dan tanggung jawab. Di kepala mereka, dengan berpenampilan diri seperti Punker mereka bisa bebas dari segala bentuk tekanan hidup, bebas semau-gue, bebas menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro, bebas mengekspresikan diri sebebas-bebasnya walau masyarakat disekitarnya terganggu.

So, the conclusion is…sebenernya Punk yang seperti ini bukanlah the real Punk! Mereka ini hanyalah posser, hanya menirukan penampilan Punker serta berperilaku hippies (menentang budaya dan pemikiran masyarakat umum). Tidak semua anak-anak berpenampilan Punk yang berkeliaran di jalanan adalah benar-benar Punk. Punker yang menjadi pelaku kriminal dan menyia-nyiakan hidup bukanlah Punk SEJATI. Punk yang sesungguhnya akan melihat kehidupan sebagai proyeksi, tergantung masing-masing individu untuk melakukan perubahan. Perubahan itu dimulai dari yang tidak ada, doing more with less, menjadi sesuatu yang berharga dan berarti. Tidak perlu berpenampilan ala Punk, Punk sejati adalah dari hati dan perbuatan yang nyata. Karena Punker adalah mereka yang bebas, tapi kebebasan yang punya tanggung jawab, memiliki cita rasa sosial yang tinggi dan penghargaan terhadap personal.

Disini ane nggak bermaksud meng-klaim kalo anak punk yang kita lihat di jalan-jalan itu bukanlah anak punk yang sebenarnya. Cuma ngasih pandangan buat kalian yang masih awam, bahwa para punker bukan hanya penampilan urakan, tapi punya cara pikir kritis dan berbobot, punk sebagai counter budaya hedonis. Dan buat kalian yang mengaku punker, mungkin kalian bisa mengukur diri kalian sendiri. Kalo cuma berkeliaran di jalan dengan atribut punk, merusuh, minum, ngedrugs, berarti kalian emang sekedar posser. Tapi kalo kalian punya disagreement tentang ideology masyarakat, dan bisa menyuarakan isi pikiran kalian dengan karya, you are the real punk! !
 

Jayalah Indonesiaku © 2011 Banditoz
VB (Vio b374k) Template design by p4r46hcyb3rn3t

modified by Banditoz